<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rahmatulhusna</title>
	<atom:link href="http://rahmatulhusna.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com</link>
	<description>Selamat datang di situs koe</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 06:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rahmatulhusna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rahmatulhusna</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rahmatulhusna.wordpress.com/osd.xml" title="Rahmatulhusna" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rahmatulhusna.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Beriman kepada Kewajiban Amar Ma&#8217;ruf Nahi Munkar dan Kode Etiknya</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/12/beriman-kepada-kewajiban-amar-maruf-nahi-munkar-dan-kode-etiknya/</link>
		<comments>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/12/beriman-kepada-kewajiban-amar-maruf-nahi-munkar-dan-kode-etiknya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 06:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmatulhusna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muamalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatulhusna.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Kewajiban Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar Orang muslim beriman kepada kewajiban amar ma&#8217;ruf nahi mungkar bagi semua orang Muslim yang mukallaf, mampu, mengetahui ma&#8217;ruf (kebaikan), melihat ma&#8217;ruf tersebut ditinggalkan manusia, atau mengetahui mungkar, melihat mungkar tersebut dikerjakan manusia, mampu memberikan perintal, dan mampu melakukan perubahan dengan tangannya, atau lisannya. Amar ma&#8217;ruf nahi mungkar adalah kewajiban agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=49&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kewajiban Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar</strong></p>
<p>Orang muslim beriman kepada kewajiban amar ma&#8217;ruf nahi mungkar bagi semua orang Muslim yang mukallaf, mampu, mengetahui ma&#8217;ruf (kebaikan), melihat ma&#8217;ruf tersebut ditinggalkan manusia, atau mengetahui mungkar, melihat mungkar tersebut dikerjakan manusia, mampu memberikan perintal, dan mampu melakukan perubahan dengan tangannya, atau lisannya.</p>
<p><span id="more-49"></span>Amar ma&#8217;ruf nahi mungkar adalah kewajiban agama terbesar setelah kewajiban iman kepada Allah Ta&#8217;ala. Sebab, Allah Ta&#8217;ala menyebutkannya dalam Al-Qur&#8217;an bersanding dengan iman kepada-Nya. Allah Ta&#8217;ala berfirman, <em>&#8220;Kalian umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.&#8221; </em>(Ali Imran: 110).</p>
<p>Orang muslim meyakini itu semua karena dalil-dalil wahyu dan dalil-dalil akal.</p>
<p><strong> Dalil-Dalil Wahyu </strong></p>
<ol>
<li>Perintah Allah Ta&#8217;ala kepada muslimin 	untuk melakukan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar dalam firman-Nya, <em>&#8220;Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada 	kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah 	orang-orang yang beruntung.&#8221; </em>(Ali Imran: 104).</li>
<li>Penjelasan Allah Ta&#8217;ala tentang 	orang-orang yang berhak mendapatkan pertolongan-Nya dan kepemihakan-Nya, bahwa 	mereka adalah yang menegakkan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar dalam firman-firman-Nya seperti berikut.<em> </em>
<ul>
<li><em>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka 		bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang 		ma&#8217;ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.&#8221; </em>(Al-Hajj: 41).</li>
<li><em>&#8220;&#8216;Dan laki-laki beriman dan wanita-wanita beriman sebagian mereka 		menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma&#8217;ruf, mencegah 		dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat 		kepada Allah dan Rasul-Nya.&#8221; </em>(At-Taubah: 41)</li>
<li>Firman Allah Ta&#8217;ala tentang wali-Nya, Luqman, ketika menasihati anaknya, <em>&#8220;Hai anakku, dirikanlah shalat, dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik 		dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa 		yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang 		diwajibkan (oleh Allah).&#8221; </em>(Luqman: 17).</li>
<li>Firman Allah Ta&#8217;ala ketika mencela Bani Israel, <em>&#8220;Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan 		Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu 		melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar 		yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat 		itu.&#8221; </em>(Al-Maidah: 78-79+</li>
<li>Firman Allah Ta&#8217;ala tentang Bani Israel, bahwa Dia menyelamatkan 		orang-orang yang melakukan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar, dan membinasakan 		orang-orang yang meninggalkannya. <em>&#8220;Dan Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan 		Kami timpakan kepada orang-orang yang zhalim siksaan yang keras, disebabkan mereka 		selalu berbuat fasik.&#8221; </em>(Al-A&#8217;raaf: 165).</li>
</ul>
</li>
<li>Perintah Rasulullah saw. untuk 	mengerjakan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar dalam hadits-haditsnya, seperti dalam 	hadits-hadits berikut.
<ul>
<li><em>&#8220;Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia 		mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak bisa melakukannya dengan tangannya, 		hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya. Jika tidak bisa melakukannya dengan lisannya, hendaklah ia melakukan 		dengan hatinya. Itulah iman yang paling lemah.&#8221; </em>(Diriwayatkan Muslim).</li>
<li><em>&#8220;Kalian harus menyuruh kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, 		atau (kalau tidak) Allah akan mengirim hukuman kepada kalian, kemudian kalian 		berdoa kepada-Nya. Namun Dia tidak mengabulkan doa kalian.&#8221; </em>(Diriwayatkan 		At-Tarmidzi dan ia meng-<em>hasan</em>-kannya).</li>
</ul>
</li>
<li>Penjelasan  Rasulullah saw. tentang amar ma&#8217;ruf nahi 	mungkar dalam sabda- sabdanya, seperti dalam sabda- sabdanya berikut ini.
<ul>
<li><em>&#8220;Tidaklah satu kaum itu melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan di kalangan 		mereka terdapat orang yang mampu mencegahnya dari mereka namun ia tidak 		melakukannya, melainkan Allah meratakan siksa dari-Nya kepada mereka.&#8221; </em>(Diriwayatkan At-Tarmidzi dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih).
<p>Abu Tsa&#8217;labah Al-Khusyani r.a. bertanya kepada Rasulullah saw. 		tentang maksud firman Allah Ta&#8217;ala, <em>&#8220;Orang sesat tidak akan memberikan madzarat 		kepada kalian jika kalian telah mendapatkan petunjuk,&#8221; </em>(Al-Maidah: 105) maka 		beliau bersabda,</p>
<p><em> &#8220;Hai Abu Tsa&#8217;labah, jika engkau melihat kekikiran ditaati, hawa nafsu 		diikuti, dunia diutamakan, dan setiap orang mempunyai pendapat dan 		bangga dengan pendapatnya, maka jagalah dirimu, dan tidak usah 		menggubris orang-orang awam. Karena, di belakang kalian, berpegang 		teguh padanya ketika itu mendapatkan pahala lima puluh orang dari 		kalian.&#8221; </em>Ditanyakan, &#8220;(Pahala lima puluh) orang dari mereka wahai Rasulullah?&#8221; Rasulullah saw. bersabda, <em>&#8220;Tidak, namun seperti pahala lima puluh orang	dari kalian. Karena kalian mendapatkan penolong dalam kebaikan, sedang mereka 		tidak mendapatkan penolong dalam kebaikan.&#8221; </em>(Diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah, 		dan At-Tirmidzi yang meng-hasan-kan nya).</li>
<li><em>&#8220;Tidak ada seorang nabi pun yang diutus 		Allah kepada salah satu umat sebelumku, melainkan ia mempunyai </em><em>hawariyyun 		dari umatnya, orang-orang yang mengembil sunnahnya dan melaksanakan 		perintahnya. Kemudian sesudah mereka datanglah generasi-generasi yang 		berkata apa yang tidak mereka katakan, dan mengerjakan apa yang mereka 		tidak diperintahkan untuk mengerjakannya. Maka, barangsiapa berjihad 		melawan mereka dengan tangannya, ia orang Mukmin. Dan barang siapa 		berjihad melawan mereka dengan hatinya, ia orang Mukmin dan di hati 		orang tersebut tidak ada iman seberat biji pun.&#8221; </em>(Diriwayatkan Muslim).</li>
<li>Ketika Rasulullah saw. ditanya tentang 		jihad yang paling utama, beliau bersabda, <em>&#8220;(yaitu) mengatakan kebenaran di depan 		penguasa yang zhalim.&#8221; </em>(Diriwayatkan Ibnu Majah, Ahmad, dan An-Nasai. Hadits ni 		shahih).</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p><strong>Dalil-Dalil Akal</strong></p>
<ol>
<li>Pengelaman empiris membuktikan, bahwa 	jika penyakit dibiarkan begitu saja dan tidak diobati, maka ia akan merayap ke dalam 	tubuh. Dan akan menjadi sulit diobati jika telah melekat di badan dan merayap di 	dalamnya. Kemungkaran juga begitu. Jika dibiarkan begitu saja dan tidak diubah, 	maka tidak lama kemudian kemungkaran tersebut dianggap sebagai sesuatu yang 	wajar, dan dikerjakan semua orang, dewasa dan anak kecil. Jika itu telah 	terjadi, maka kemungkaran tersebut sulit diubah atau dihilangkan. Ketika 	itulah, para pelakunya berhak mendapatkan hukuman dari Allah Ta&#8217;ala. Hukuman 	tidak mungkin bisa dipungkiri apa pun alasannya, sebab, ia berjalan di atas 	ketetapan-ketetapan Allah Ta&#8217;ala yang tidak berganti dan tidak berubah. Allah 	Ta&#8217;ala berfirman, <em>&#8220;Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat 	penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui 	penyimpangan bagi sunnah Allah itu.&#8221; </em>(Fathir: 43).</li>
<li>Pengelaman empiris juga membuktikan, 	bahwa jika sebuah rumah tidak diurus, tidak dibersihkan, dan kotoran-kotorannya 	tidak dibuang hingga waktu tertentu, maka akhirnya akhirnya rumah tersebut 	tidak layak dihuni, baunya tidak sedap, hawanya beracun, dan kuman-kuman 	penyakit tersebar di dalamnya. Karena kotoran-kotoran menumpuk dan terkumpul di 	dalamnya dalam waktu yang lama. Begitu  	juga, jika kemungkaran di sebagian kaum Mukminin dibiarkan begitu saja, 	tidak diubah, dan kebaikan tidak diperintahkan kepada mereka, maka tidak lama 	berselang, mereka menjadi orang-orang yang beruhani buruk, orang-orang jahat, 	tidak menyuruh kepada kebaikan, dan tidak melarang dari kemungkaran. Jika itu 	telah terjadi, maka tidak layak hidup, kemudian Allah membinasakan mereka 	dengan sebab-sebab dan perantaraan-perantaraan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya kekuatan 	Tuhanmu itu dahsyat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Perkasa, dan Maha Pemberi 	Hukuman.</li>
<li>Dari hasil pengematan sehari-hari dapat 	diketahui, bahwa jika jiwa manusia terbiasa dengan keburukan, maka keburukan 	akan menjadi wataknya. Itulah kerja amar ma&#8217;ruf nahi mungkar. Jika kebaikan 	ditinggalkan dan tidak diperintahkan pada saat ditinggalkan, maka tidak lama 	kemudian, manusia terbiasa meninggalkannya, dan akhirnya mengerjakan kebaikan 	tersebut menjadi kemungkaran menurut mereka. Begitu juga kemungkaran jika 	tidak segera diubah, dan tidak cepat dihilangkan, maka beberapa saat kemudian, 	kemungkaran tersebut merebak, beredar luas, terbiasa dikerjakan, dianggap 	sebagai kewajaran, kemudian dianggep bukan kemungkaran oleh pelakunya, atau 	bahkan mereka menganggapnya sebagai kebaikan. Ini hati nurani yang rusak, 	penyimpangan pola pikir, &#8211; semoga Allah melindungi kita daripadanya &#8211; . Oleh 	karena itu, Allah Ta&#8217;ala, dan Rasul-Nya memerintahkan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar, 	dan mewajibkannya kepada kaum Muslimin untuk menjaga kesucian mereka, kebaikan 	mereka, dan kedudukan tinggi mereka di antara bangsa-bangsa.</li>
</ol>
<p><strong>Kode Etik Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar</strong></p>
<ol>
<li>Orang yang melakukan amar ma&#8217;ruf nahi 	mugnkar harus mengetahui hakikat sesuatu yang ia perintahkan, bahwa sesuatu tersebut 	adalah kebaikan dalam Syariat, dan bahwa kebaikan tersebut terbukti 	ditinggalkan dan tidak diamalkan. Ia juga harus mengetahui hakikat 	kemungkaran yang ia larang, dan ingin ia ubah, bahwa kemungkaran tersebut 	betul-betul telah dikerjakan, dan bahwa kemungkaran tersebut termasuk 	kemaksiatan, hal-hal yang diharamkan Syariat.</li>
<li>Ia harus wara&#8217; (menjauhkan diri dari 	maksiat, dan syubhat), tidak mengerjakan kemungkaran yang ia larang, dan tidak 	meninggelkan kebaikan yang ia perintahkan, karena Allah Ta&#8217;ala berfirman, <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, kenapa 	kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat ? Amat besar kebencian disisi 	Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.&#8221; </em>(Ash-Shaff: 	2-3).
<p>Dan karena Allah Ta&#8217;ala berfirman, <em>&#8220;Kenapa kalian suruh orang lain 	(mengerjakan) kebajikan, sedang kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal 	kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kalian berpikir ?&#8221; </em>(Al-Baqarah: 44).</li>
<li>Ia harus berakhlak mulia, penyabar, 	menyuruh dengan lemah-lembut, melarang dengan ramah, tidak marah jika 	mendapatkan gangguan dari orang yang ia larang, tidak naik 	darah jika mendapatkan gangguan dari orang yang ia perintahkan kepada kebaikan, 	bersabar, dan memaafkan, karena firman Allah Ta&#8217;ala, <em>&#8220;Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang 	baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap 	apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang 	diwajibkan (oleh Allah).&#8221; </em>(Luqman: 17).</li>
<li>Ia tidak boleh mengetahui kemungkaran 	dengan memata-matai. Sebab, untuk mengetahui kemungkaran, ia tidak boleh 	memata-matai manusia di rumah-rumah mereka, atau membuka pakaian salah seorang 	dari mereka untuk melihat apa yang ada di balik pakaiannya, atau membuka tutup 	salah satu tempat untuk mengetahui apa yang ada di dalam tempat tersebut. Sebab 	lain, karena Allah Ta&#8217;ala memerintahkan kaum Muslimin menutup aurat manusia, 	dan melarang mengadakan spionase terhadap mereka. Allah Ta&#8217;ala berfirman, <em>&#8220;Dan janganlah kalian memata-matai orang 	lain.&#8221; </em>(Al-Hujurat: 12).
<p>Rasulullah saw. bersabda, <em>&#8220;Janganlah kalian memata-matai orang lain.&#8221; </em>(Diriwatkan Al-Bukhari).</p>
<p>Rasullullah saw. 	bersabda, <em>&#8220;Barang siapa menutup (aurat) seorang 	Muslim, maka Allah menutup (aurat)nya di dunia dan di akhirat.&#8221; </em>(Diriwatkan 	Muslim).</li>
<li>Sebelum ia memerintahkan kebaikan kepada 	seseorang, ia harus mengenalkan kebaikan tersebut kepadanya. Sebab, bisa jadi, 	ia meninggalkan kebaikan tersebut karena ia tidak tahu bahwa kebaikan tersebut 	adalah kebaikan. Ia harus menjelaskan kemungkaran kepada orang yang hendak ia 	larang, bahwa perbuatannya adalah kemungakaran. Sebab, bisa jadi, ia mengerjakan 	kemungkaran tersebut karena tidak tahu bahwa kemungkaran tersebut adalah 	kemungkaran yang harus ditinggalkan.</li>
<li>Ia harus menyuruh dan melarang dengan 	cara yang baik. Jika seseorang tidak mengerjakan kebaikan yang ia perintahkan, 	atau tidak berhenti dari kemungkaran yang ia larang, ia harus menasihatinya 	dengan sesuatu yang bisa menggugah hatinya. Misalnya, dengan menyebutkan 	dalil-dalil tentang ajakan dan ancaman yang ada di dalam  Syari&#8217;at. Jika ini tidak membuahkan hasil, ia 	pergunakan bahasa-bahasa yang tegas dan keras. Jika 	cara ini juga tidak ampuh, ia mengubah kemungkaran tersebut dengan tangannya. 	Jika ia tidak mampu melakukannya, ia meminta bantuan kepada pemerintah, atau 	teman-temannya.</li>
<li>Jika ia tidak sanggup mengubah kemungkaran 	dengan tangannya dan lisannya, karena mengkhawatirkan terjadinya sesuatu pada 	dirinya, atau hartanya, atau kehoroatannya, dan tidak sanggup bersabar terhadap 	apa yang diterimanya, maka ia cukup mengubah kemungkaran tersebut dengan 	hatinya, karena sabda Rasulullah saw., <em>&#8220;Barangsiapa salah seorang dari kalian melihat 	kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak sanggup 	mengubahnya dengan tangannnya, hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya. Jika ia tidak sanggup mengubahnya dengan lisannya, 	hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman.&#8221;</em></li>
</ol>
<p>Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, <em>Minhaajul Muslim</em>,  atau <em>Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim</em>, terj. Fadhli Bahri (Darul  Falah, 2002), hlm. 85-91.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatulhusna.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatulhusna.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatulhusna.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatulhusna.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatulhusna.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatulhusna.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatulhusna.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatulhusna.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatulhusna.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatulhusna.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatulhusna.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatulhusna.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatulhusna.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatulhusna.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=49&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/12/beriman-kepada-kewajiban-amar-maruf-nahi-munkar-dan-kode-etiknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/095b7e4d405e7ed98882432af0a7bbdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rahmatulhusna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Sombong yang Dibenamkan Allah</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/orang-sombong-yang-dibenamkan-allah/</link>
		<comments>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/orang-sombong-yang-dibenamkan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 10:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmatulhusna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatulhusna.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar Pengantar Ini adalah kisah seseorang yang celaka karena perbuatannya. Dia telah mengundang kemurkaan Allah kepadanya manakala dia keluar dari rumahnya dengan kesombongan di antara manusia. Dia berjalan penuh kesombongan dan keangkuhan, lalu Allah membenamkannya di dalam tanah. Itulah akibat bagi orang-orang yang sombong. Teks Hadis Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abdullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=46&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="70%" align="left" valign="top">DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div dir="ltr"><strong>Pengantar</strong></div>
<p dir="ltr">Ini adalah kisah seseorang yang celaka karena perbuatannya. Dia telah mengundang kemurkaan Allah kepadanya manakala dia keluar dari rumahnya dengan kesombongan di antara manusia. Dia berjalan penuh kesombongan dan keangkuhan, lalu Allah membenamkannya di dalam tanah. Itulah akibat bagi orang-orang yang sombong.</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt; Normal    0            false    false    false                                     MicrosoftInternetExplorer4 &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt; &lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt;"Times New Roman"; 	mso-fareast-"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{} @list l0:level1 	{ 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */   table.MsoNormalTable  	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;  	mso-style-parent:&quot;&quot;;  	font-size:10.0pt;&quot;Times New Roman&quot;;} --> <!--[endif]--></p>
<div dir="ltr"><strong><span id="more-46"></span>Teks Hadis</strong></div>
<p dir="ltr">Bukhari meriwayatkan dalam <em>Shahih</em>-nya dari Abdullah bin Umar yang menyampaikan kepadanya bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, <em>&#8220;Manakala seorang laki-laki menyeret kain sarungnya dengan kesombongan, dia dibenamkan. Maka dia tenggelam di dalam bumi sampai hari kiamat.&#8221;</em></p>
<p dir="ltr">Dari Abu Hurairah berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam atau Abul Qasim bersabda, &#8220;<em>Ketika seorang laki-laki berjalan dengan pakaiannya, ia mengagumi dirinya. Rambutnya tersisir rapi. Tiba-tiba Allah membenamkannya, maka dia terbenam sampai hari kiamat.&#8221; </em>Dalam salah satu riwayat Muslim, &#8220;<em>Sesungguhnya seorang laki-laki dari kalangan umat sebelum kalian berjalan dengan kesombongan dalam pakaiannya…&#8221;</em></p>
<p dir="ltr"><strong>Takhrij Hadis</strong></p>
<p dir="ltr">Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam <em>Shahih</em>-nya dari Abdullah bin Umar dalam Kitab <em>Ahadisil Anbiya</em>&#8216;, 6/515, no. 3485.</p>
<p dir="ltr">Bukhari meriwayatkannya dalam <em>Kitabul Libas</em>, bab tentang orang yang menyeret pakaiannya dengan sombong, 10/258, no. 5790.</p>
<p dir="ltr">Riwayat kedua di Bukhari dalam <em>Kitabul Libas</em>, 10/258, no. 5789.</p>
<p dir="ltr">Diriwayatkan oleh Muslim dalam <em>Shahih</em>-nya, 3/1653, no. 2088.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penjelasan Hadis</strong></p>
<p dir="ltr">Terkadang manusia lupa pada hakikat dirinya. Dia lupa bahwa dia diciptakan dari tanah, bahwa asal usulnya adalah dari air yang hina, dan bahwa dia keluar dari kelamin dua kali. Kali pertama ketika dia keluar dari tulang rusuk bapaknya dan kali kedua ketika ia keluar dari rahim ibunya. Dia lupa bahwa walaupun penampilannya menarik, pakaiannya bagus, dia tetap membawa kotoran di dalam perutnya. Dia lupa walaupun ia berbadan tinggi, dia tetap tidak bisa menembus bumi dan menggapai tingginya gunung. Ketika duri menusuknya, ia tetap berdarah. Lalat tetap mengganggunya, dan ular membuatnya takut. Muaranya adalah kematian. Jika kita dibuka setelah beberapa hari sejak dimakamkan, niscaya keadaan kita sangat menakutkan keluarga dan orang-orang dekat kita.</p>
<p dir="ltr">Sebagian orang lupa akan semua itu. Mereka membanggakan diri. Ujub menguasai mereka karena bentuk tubuh, warna kulit, tinggi badan, dan pakaian yang bagus. Mereka berjalan di muka bumi dengan sombong, memalingkan pipinya dari manusia, menyeret pakaiannya di belakangnya, memandang manusia dengan pandangan penghinaan dan cibiran. Dia mengira dirinya orang terbaik, padahal sebenarnya dialah yang terburuk. Dia bisa diliputi adzab Allah di dunia dan akhirat.</p>
<p dir="ltr">Ini adalah seorang laki-laki dari kelompok seperti di atas, dari kalangan umat sebelum kita. Dia membanggakan dirinya. Dia keluar berjalan dengan kesombongan penuh. Dia berlenggok-lenggok dalam berjelan dan menyeret sarungya di belakanganya. Akibatnya, Tuhannya, murka kepadanya. Maka Dia membenamkannya ke dalam tanah seperti Qarun sebelumnya. Dia terbenam di dalamnya sampai hari kiamat.</p>
<p dir="ltr">Keagungan dan kebesaran adalah milik Allah Yang Maha Esa, tidak tertandingi, menjadi tempat bergantung para makhluk, serta menguasai seluruh sifat kesempurnaan dan kemuliaan. Dan barang siapa menyombongkan diri dan takabur, maka dia telah menantang Allah dalam satu dari sifat-sifatNya. Oleh karena itu, dia berhak memperoleh adzab di akhirat dan bisa pula adzabnya disegerakan di dunia sebelum akhirat.</p>
<p dir="ltr">Orang-orang yang sombong dan tinggi hati tidak berhak atas nikmat akhirat, karena Allah menyiapkan akhirat untuk, <em>&#8220;Orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi.&#8221; </em>(Al-Qashash: 83). Orang-orang yang sombong adalah orang-orang yang tinggi hati di muka bumi. Ketinggian hati ini mendorong mereka untuk merusak tanaman, hewan, dan semua yagn ada di muka bumi.</p>
<p dir="ltr">Ajaran-ajaran ilahiyah dalam jumlah yang banyak lagi melimpah melarang kesombongan, takabur, dan tinggi hati. Luqman mewasiatkan kepada anaknya, <em>&#8220;Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.&#8221;</em> (Luqman: 18)</p>
<p dir="ltr">Dalam wasiat-wasiat agung dalam surat Al-Isra&#8217; terdapat larangan berbuat sombong dan takabur, <em>&#8220;Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.&#8221;</em> (Al-Isra&#8217; : 37)</p>
<p dir="ltr"><strong>Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis</strong></p>
<ol type="1">
<li>Takabur dan kesombongan adalah      dosa besar yang bisa mencelakakan pemiliknya di dunia dan di akhirat.</li>
<li>Tidak boleh menyeret pakaian. Jika hal itu dilakukan tanpa takabbur, maka ia haram atau makruh. Jika hal itu dilakukan dengan kesombongan maka ia dosa yang besar. Nawawi telah meringkas keterangan tentang isbal, yaitu melebihkan pakaian di bawah mata kaki. Dia berkata, &#8220;Tidak boleh memanjangkan kain di bawah mata kaki jika untuk kesombongan. Jika bukan untuk itu, maka ia makruh. Dan zhahir hadis-hadis mengikat isbal dengan tujuan kesombongan. Ini menunjukkan bahwa hukum haram hanya khusus untuk kesombongan. Begitulah nash syafi&#8217;i berpijak pada pembedaan seperti yang kami sebutkan. Dan para ulama telah berijma&#8217; dibolehkannya isbal bagi wanita. (Syarah Shahih Muslim, 14/250).</li>
<li>Bukan termasuk kesombongan jika seorang hamba menampakkan nikmat Allah kepadanya, seperti saat dia bersandal bagus, dan berpakaian bagus. Lebih-lebih jika itu diikuti dengan syukur kepada-Nya. Dan in dinyatakan oleh hadis-hadis shahih.</li>
<li>Sebagian dosa hukumnya disegerakan di dunia sebelum akhirat, sebagaimana orang sombong ini yang dibenamkan oleh Allah ke bumi.</li>
<li>Menetapkan adzab kubur. Orang yang dibenamkan ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bergoncang di dalam tanah sampai hari kiamat.</li>
</ol>
<p>Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, <em>Shahih Qashashin Nabawi</em>, atau <em>Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa</em> terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 377 &#8211;380.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatulhusna.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatulhusna.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatulhusna.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatulhusna.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatulhusna.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatulhusna.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatulhusna.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatulhusna.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatulhusna.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatulhusna.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatulhusna.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatulhusna.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatulhusna.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatulhusna.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=46&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/orang-sombong-yang-dibenamkan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/095b7e4d405e7ed98882432af0a7bbdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rahmatulhusna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita yang Masuk Neraka karena Seekor Kucing</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/wanita-yang-masuk-neraka-karena-seekor-kucing/</link>
		<comments>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/wanita-yang-masuk-neraka-karena-seekor-kucing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 10:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmatulhusna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatulhusna.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Hati yang keras dan tabiat yang buruk bisa menjerumuskan pemiliknya ke dalam neraka. Hal itu karena ia kosong dari kasih sayang yang membuatnya tidak peduli terhadap apa yang dia lakukan kepada orang lain, maka ia membunuh, memukul, dan merusak. Dengan itu, mereka mencelakakan diri mereka disebabkan apa yang mereka lakukan kepada orang lain. Di antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=44&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hati yang keras dan tabiat yang buruk bisa menjerumuskan pemiliknya ke dalam neraka. Hal itu karena ia kosong dari kasih sayang yang membuatnya tidak peduli terhadap apa yang dia lakukan kepada orang lain, maka ia membunuh, memukul, dan merusak. Dengan itu, mereka mencelakakan diri mereka disebabkan apa yang mereka lakukan kepada orang lain. Di antara mereka ada seorang wanita yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dia mengurung seekor kucing sampai ia mati kelaparan dan kehausan. Karena perbuatan itu dia pun masuk neraka.</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt; Normal    0            false    false    false                                     MicrosoftInternetExplorer4 &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt;"Times New Roman"; 	mso-fareast-"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{} @list l0:level1 	{ 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */   table.MsoNormalTable  	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;  	mso-style-parent:&quot;&quot;;  	font-size:10.0pt;&quot;Times New Roman&quot;;} --> <!--[endif]--></p>
<div><strong><span id="more-44"></span>Teks Hadis</strong></div>
<p>Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi bersabda, <em>&#8220;Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang dia kurung sampai mati. Dia masuk neraka karenanya. Dia tidak memberinya makan, dan minum sewaktu mengurungnya. Dia tidak pula membiarkannya dia makan serangga bumi.&#8221;</em></p>
<p>Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melihat wanita yang mengikat kucing ini berada di neraka manakala beliau melihat surga dan neraka pada shalat gerhana. Dalam Shahih Bukhari dari Asma&#8217; binti Abu Bakar bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, &#8220;<em>Lalu neraka mendekat kepadaku sehingga aku berkata, &#8216;Ya, Rabbi, aku bersama mereka?&#8217; Aku melihat seorang wanita. Aku menyangka wanita itu diserang oleh seekor kucing. Aku bertanya, &#8216;Bagaimana ceritanya?&#8217; Mereka berkata, &#8216;Dia menahannya sampai mati kelaparan. Dia tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya mencari makan.&#8217;&#8221;</em> Nafi&#8217; berkata, &#8220;&#8216;Menurutku dia berkata, &#8216;Mencari makan dari serangga bumi.&#8217;&#8221;</p>
<p>Muslim meriwayatkan hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang melihat seorang wanita yang mengikat kucing berada di neraka, dari Jabir. Di dalamnya terdapat keterangan bahwa wanita itu berasal dari Bani Israil. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa wanita itu berasal dari Himyar.</p>
<div><strong>Takhrij Hadis</strong></div>
<p>Hadis tentang kucing dalam <em>Shahih Bukhari</em> dalam Kitab Bad&#8217;il Khalqi, bab jika lalat jatuh ke dalam bejana salah seorang dari kalian, 6/356, no. 3318. Dan dalam Kitab Ahadisil Anbiya&#8217; no. 3482. Dan dalam kitabul Musaqah, bab keutamaan memberi minum, 5/41, no. 2365.</p>
<p>Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dalam <em>Shahih</em>-nya dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar dalam Kitabus Salam, bab diharamkannya membunuh kucing (4/1760, no. 2242-2243).</p>
<p>Hadis tentang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat seorang wanita yang mengikat kucing diriwayatkan oleh Bukhari dalam <em>Shahih</em>-nya dalam Kitabul Adzan dan Asma&#8217; binti Abu Bakar (2/231, no. 745) dan Kitabul Musaqah Abdullah, keutamaan memberi air minum, (5/41, no. 2364).</p>
<p>Adapun riwayat Muslim tentang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat wanita yang menyiksa kucing terdapat dalam Kitabul Kusuf, bab apa yang diperlihatkan kepada Rasulullah dalam shalat kusuf, 2/622, no. 904.</p>
<div><strong>Penjelasan Hadis</strong></div>
<p>Ini adalah kisah wanita Himyariyah Israiliyah yang mengurung seekor kucing, tetapi dia tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati karena kelaparan dan kehausan. Ini menunjukkan kerasnya tabiat itu, betapa buruk akhlaknya, serta tiadanya belas kasih di hatinya. Dia sengaja menyakiti. Jika di hatinya terdapat belas kasih, niscaya dia melepaskan kucing itu. Dan sepertinya dia mengurungnya sepanjang siang dan malam. Ia merasakan haus dan lapar dengan suara yang memelas minta bantuan dan pertolongan. Suara dengan ciri tersendiri yang dikenal oleh orang-orang yang mengenal suara. Akan tetapi, hati wanita ini telah membatu dan tidak terketuk oleh suara pilu kucing itu. Dia tidak menghiraukan harapan dan impiannya. Suara itu melemah, lalu seterusnya menghilang. Kucing itu mati. Ia mengadu kepada Rabbnya tentang kezhaliman manusia yang hatinya keras dan membatu.</p>
<p>Jika wanita ini ingin agar kucing ini tetap di rumahnya, dia mungkin saja memberinya makan dan minum yang bisa menjaga hidupnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menyampaikan kepada kita bahwa kita meraih pahala dengan berbuat baik kepada binatang. Jika dia enggan memberinya makan yang menjaganya dari hidup, maka dia harus melepasnya dan membiarkannya bebas di bumi Allah yang luas. Ia pasti mendapatkan makanan yang bisa menjaga hidupnya. Lebih-lebih, Allah telah menyediakan rizki bagi kucing tersebut dari sisa-sisa makanan orang, begitu pula serangga-serangga yang ditangkapnya.</p>
<p>Perbuatan ini telah mencelakakan wanita tersebut, sehingga dia masuk neraka. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat kucing itu memburu wanita yang menahannya di neraka. Bekas-bekas cakaran tergores di wajah dan tubuhnya. Beliau melihat itu manakala surga dan neraka diperlihatkan kepadanya pada saat shalat gerhana.</p>
<div><strong>Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis</strong></div>
<ol type="1">
<li>Besarnya dosa orang-orang yang menyiksa binatang dan menyakitinya dengan memukul dan membunuh. Wanita ini masuk neraka karena dia menjadi sebab kematian seekor kucing.</li>
<li>Boleh menahan binatang seperti kucing, burung, dan sebagainya, jika diberi makan dan minum. Jika tidak mampu atau tidak mau, maka hendaknya melepaskannya dan membiarkannya pergi di bumi Allah yang luas untuk mencari rizkinya sendiri.</li>
<li>Di      akhirat, manusia diadzab sesuai dengan perbuatannya di dunia. Wanita      ini diserang oleh seekor kucing di neraka dengan mencakari tubuhnya.</li>
</ol>
<p>Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, <em>Shahih Qashashin Nabawi</em>, atau <em>Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa</em> terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 385 &#8211;388.</p>
<p>Sumber: http://alislamu.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatulhusna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatulhusna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatulhusna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatulhusna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatulhusna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatulhusna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatulhusna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatulhusna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatulhusna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatulhusna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatulhusna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatulhusna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatulhusna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatulhusna.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=44&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/wanita-yang-masuk-neraka-karena-seekor-kucing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/095b7e4d405e7ed98882432af0a7bbdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rahmatulhusna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan di Gaza: Rumah Hancur, Berbuka tanpa Saudara</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/ramadhan-di-gaza-rumah-hancur-berbuka-tanpa-saudara/</link>
		<comments>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/ramadhan-di-gaza-rumah-hancur-berbuka-tanpa-saudara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 10:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmatulhusna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatulhusna.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Alislamu.com – Ramadhan tahun ini terasa begitu berbeda bagi muslim Palestina di Jalur Gaza. Rumah hancur, kehilangan sanak saudara, dan kesehatan yang buruk menghiasi kehidupan mereka. Ini terjadi setelah Israel, beberapa bulan lalu,  membombardir daerah ini yang mengakibatkan ribuan muslim Palestina syahid, sebagian terluka dan tertawan, sementara ribuan lainnya hidup di bawah puing-puing rumah yang hancur. Inilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=42&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img title="Image" src="http://alislamu.com/images/stories/palestina.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="120" height="166" align="center" /></div>
<div>Alislamu.com – Ramadhan tahun ini terasa begitu berbeda bagi muslim Palestina di Jalur Gaza. Rumah hancur, kehilangan sanak saudara, dan kesehatan yang buruk menghiasi kehidupan mereka. Ini terjadi setelah Israel, beberapa bulan lalu,  membombardir daerah ini yang mengakibatkan ribuan muslim Palestina syahid, sebagian terluka dan tertawan, sementara ribuan lainnya hidup di bawah puing-puing rumah yang hancur.</div>
<p><!--[if gte mso 9]&gt; Normal    0            false    false    false                                     MicrosoftInternetExplorer4 &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt; &lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt;"Times New Roman"; 	mso-fareast-"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */   table.MsoNormalTable  	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;  	mso-style-parent:&quot;&quot;;  	font-size:10.0pt;&quot;Times New Roman&quot;;} --> <!--[endif]--></p>
<p><span id="more-42"></span>Inilah Ummu Muhamad, di awal Ramadhan dan di akhir usianya yang ke enam puluh tahun ia memandangi rumah anaknya di Distrik Khuzaah, timur Khan Yunus. Ia berkata, &#8220;Ramadhan tahun ini tak ada anak-anak dan cucu yang mengelilingiku ketika berbuka. Juga tidak ada tetangga dan saudara yang akan shalat tarawih bersamaku. Yang ada hanyalah kesedihan dan kenangan masa lampau,&#8221; ujarnya sedih.</p>
<p>Sebabnya beragam, tapi penderitaan tetaplah satu. Inilah kisah Salim Abu Syab (43 th) yang dipenjara sejak tahun 1993 setelah divonis seumur hidup. Ia berharap dapat bebas dalam perjanjian pertukaran tawanan antara Ghilad Salit tentara Israel yang ditawan pejuang Palestina dengan tawanan Palestina  yang ada di penjara Israel. Tapi, harapan ini tampaknya sirna. Kesedihan tampak menghiasi wajahnya di depan meja ketika berbuka, &#8220;Anak-anak berharap bisa berbuka bersama pemilik rumahnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hal senada juga dikatakan isterinya Ummu Aid. Sejak suaminya ditangkap ia tidak merasakan kenikmatan Ramadhan. &#8220;Salah satu anak saya syahid, bagaimana saya bisa merasakan nikmatnya berbuka?&#8221; Ungkapnya sambil mencucurkan air mata.</p>
<p>Abdullah Salal (44th) mungkin bisa menjadi wakil bagi kebanyakan keluarga Gaza. Selama  beberapa tahun ia tidak bekerja. Menjelang Ramadhan tiba, ia berkeliling ke yayasan sosial untuk meminta bantuan. &#8220;Demi Allah, saya ingin menggembirakan keluarga dengan berbagai cara, tetapi tak ada hasil. Dan, tidak ada bagi orang fakir seperti kami selain shalat, puasa, dan berdoa.&#8221;</p>
<p>Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) meminta kepada negara-negara Arab untuk menggelontorkan dana sebesar 181 juta dolar untuk membantu kondisi warga Palestina yang lebih dari 70% dari penduduknya adalah pengungsi. (alquds/ha).</p>
<p>Sumber: http://alislamu.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatulhusna.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatulhusna.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatulhusna.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatulhusna.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatulhusna.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatulhusna.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatulhusna.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatulhusna.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatulhusna.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatulhusna.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatulhusna.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatulhusna.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatulhusna.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatulhusna.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=42&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/ramadhan-di-gaza-rumah-hancur-berbuka-tanpa-saudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/095b7e4d405e7ed98882432af0a7bbdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rahmatulhusna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alislamu.com/images/stories/palestina.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Larangan Menceritakan Mimpi Jelek</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/larangan-menceritakan-mimpi-jelek/</link>
		<comments>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/larangan-menceritakan-mimpi-jelek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 10:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmatulhusna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatulhusna.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw., beliau bersabda, &#8220;Jika akhir zaman sudah semakin dekat maka mimpi seorang muslim hampir selalu menjadi nyata dan orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya. Mimpi seorang muslim merupakan satu bagian dari 45 bagian dari kenabian. Mimpi itu ada tiga macam: Mimpi yang baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=39&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw., beliau bersabda, <em>&#8220;Jika akhir zaman sudah semakin dekat maka mimpi seorang muslim hampir selalu menjadi nyata dan orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya. Mimpi seorang muslim merupakan satu bagian dari 45 bagian dari kenabian. Mimpi itu ada tiga macam: Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Alloh. Mimpi buruk berasal dari syaitan. Dan mimpi yang sekedar bisikan saja (bunga tidur). Jika salah seorang kalian melihat mimpi buruk maka hendaklah ia bangkit melaksanakan shalat dan jangan ia ceritakan kepada orang-orang,&#8221;</em> (HR BUkhori [7017] dan Muslim [2263]).</div>
<div><span id="more-39"></span>Diriwayatkan dari Abu Usamah, ia berkata, &#8220;Aku pernah melihat sebuah mimpi yang membuat aku sakit hingga aku  mendengar Qatadah berkata, &#8216;Aku pernah melihat sebuah mimpi yang membuat aku sakit hingga aku mendengar Nabi saw. bersabda, &#8216;<em>Mimpi baik berasal dari Allah. Jika salah seorang kalian melihat apa yang kalian sukai maka janganlah ia ceritakan mimpi tersebut kecuali  kepada orang yang menyukainya saja dan jika ia melihat mimpi yang tidak ia sukai maka hendaklah ia meminta perlindungan kepada Alloh dari kejahatan mimpi tersebut dan dari kejahatan syaitan, kemudian meludah lah tiga kali dan jangan ia ceritakan kepada siapapun, sebab mimpi itu tidak akan mendatangkan kemudharatan&#8217;,&#8221;</em> (HR Bukhori [7044] dan Muslim [2261]).</div>
<div>Diriwayatkan dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri r.a, &#8220;Bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, <em>&#8216;Jika salah seorang kalian melihat mimpi yang ia sukai, sesungguhnya mimpi tersebut dari Allah, hendaklah ia memuji Allah atas mimpi tersebut dan silahkan beritahu orang lain. Dan apabila ia melihat mimpi yang tidak ia sukai, sesungguhnya mimpi tersebut dari syaitan, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Alloh dari kejahatan mimpi tersebut dan jangan ia ceritakan kepada siapapun, sebab mimpi tersebut tidak akan mendatangkan mudharat&#8217;,&#8221;</em> (HR Bukhori [7045]).</p>
<p>Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a, &#8220;Bahwasanya rasulullah saw. didatangi seorang Arab Badui dan berkata, &#8216;Aku bermimpi bahwa kepalaku dipenggal lalu akui mengikuti kepalaku yang menggelinding.&#8217; Kemudian Nabi saw. mencela Arab Badui tersebut dan bersabda, &#8216;<em>Jangan engkau ceritakan kisah syaitan yang mempermainkanmu disaat engkau tidur&#8217;,</em>&#8221; (HR Muslim [2268]).</p>
<p><strong>Kandungan Bab:</strong></p>
<ol>
<li>Mimpi buruk merupakan permainan syaitan terhadap manusia, agar manusia merasa sedih karena timbul  pada dirinya prasangka buruk kepada Allah.</li>
<li>Barangsiapa melihat mimpi yang tidak ia sukai maka hendaklah ia melaksanakan apa yang tercantum dalam sunnah untuk mengusir was-was dan menolak tipu daya syaitan. Yaitu: a) Melaksanakan shalat. b) Memohon perlindungan kepada Alloh dari kejahatan mimpi dan kejahatan syaitan. c) Meludah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali. d). Merubah posisi tidur dari posisi semula. e) Jangan ia ceritakan mimpi buruk tersebut kepada siapapun.</li>
</ol>
<p>Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata dalam kitabnya <em>Zaadul Maa&#8217;ad</em> (II/457), &#8220;Perintahkan agar ia melaksanakan lima hal: 1) Meludah ke sebelah kiri. 2) Memohon perlindungan kepada Alloh dari gangguan syaitan. 3) Jangan ia ceritkan kepada siapapun. 4) Merubah posisi tidurnya. 5) Bangkit berdiri melaknsakan shalat. Barangsiapa melakukan lima hal itu maka mimpi buruk itu tidak akan memudharatkannya sedikitpun, bahkan dapat menolak kejelekan mimpi tersebut.&#8221;</div>
<p>Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin &#8216;Ied al-Hilali, <em>Al-Manaahisy Syar&#8217;iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah</em>, atau <em>Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah</em>, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi&#8217;i, 2006), hlm. 3/515-518</p>
<p>Sumber: http://alislamu.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatulhusna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatulhusna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatulhusna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatulhusna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatulhusna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatulhusna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatulhusna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatulhusna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatulhusna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatulhusna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatulhusna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatulhusna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatulhusna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatulhusna.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=39&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/07/larangan-menceritakan-mimpi-jelek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/095b7e4d405e7ed98882432af0a7bbdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rahmatulhusna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meneladani Rasulullah</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/06/meneladani-rasulullah/</link>
		<comments>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/06/meneladani-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmatulhusna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatulhusna.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya muat kembali dalam rangka menyegarkan ingatan kita kepada Rasululloh SAW, sosok dan pribadi terbaik sepanjang masa yang pernah ada dalam peradaban manusia. Semoga kita bisa meneladani akhlak mulia beliau, walau hanya ’seujung kuku’. Sudah fitrah manusia untuk selalu meniru orang lain. Seorang bayi bisa berbicara, mengucapkan kata setelah dia melihat dan menirukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=29&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini saya muat kembali dalam rangka menyegarkan ingatan kita kepada Rasululloh SAW, sosok dan pribadi terbaik sepanjang masa yang pernah ada dalam peradaban manusia. Semoga kita bisa meneladani akhlak mulia beliau, walau hanya ’seujung kuku’.</p>
<p><span id="more-29"></span>Sudah fitrah manusia untuk selalu meniru orang lain. Seorang bayi bisa berbicara, mengucapkan kata setelah dia melihat dan menirukan dari wajah-wajah yang dia lihat setiap hari, setiap saat. Kita pun, selaku manusia dewasa juga meniru orang lain, sebagaimana kang Ibing ucapkan, kita akan meniru orang tua kita untuk menikah, punya anak, punya rumah, dst dst.</p>
<p>Rasululloh SAW sendiri mengajarkan dan menyebarkan Islam serta hanya ‘mengijinkan’ amal perbuatan yang telah beliau contohkan. Artinya, umat Islam haruslah MENIRU Suri Tauladan (Uswatun Hasanah) mereka terutama dalam beribadah dan hidup, karena contoh dari beliau-lah yang paling tepat dan afdhol.</p>
<p>Hal ini sudah dinyatakan di Al Qur’an, Al Ahzab(33):21,<em>“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”</em></p>
<p>Melakukan ibadah selain yang dicontohkan beliau akan diancam dengan hukuman di neraka, karena sifatnya yang bid’ah. Sementara untuk beberapa hal dalam kehidupan (duniawi), menurut pendapat pribadi saya, tidak mencontoh beliau tidak mengapa selama tidak bertentangan.</p>
<p>Antara lelaki dan perempuan, saya berpendapat perempuanlah yang sering meniru. Tidak usah repot2, coba anda lihat tayangan iklan di tv, koran, atau media lain. Saya yakin mayoritas tayangan iklan ditujukan untuk kaum hawa. Kosmetik, busana, potongan harga, dst dst yang diperagakan oleh model atau bintang film atau artis, akan membujuk kaum hawa untuk menyisihkan sebagian harta mereka dan membeli produk tersebut demi agar mereka MIRIP dengan idola mereka itu.</p>
<p>Sesungguhnya, Islam tidaklah melarang tiru meniru ini, selama dalam koridor yang baik, tidak bertentangan dengan agama. Rasululloh SAW beserta keluarga beliau sendiri sudah memberikan banyak contoh yang baik untuk kehidupan sehari-hari. Hidup sederhana, tidak berlebihan, bisa menjadi manfaat (jalan kebaikan) bagi manusia (+alam) sekitar, dst dst. Semestinya hal seperti inilah yang ditiru dan dipraktekkan oleh kaum Islam.</p>
<p>Akan tetapi, kita (kaum muslim) yang hidup di alam modern ini, telah dijadikan sasaran ‘tembak’ yang empuk oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Beribu cara dilakukan untuk membuat kita berpaling dari sebaik-baik contoh yang semestinya kita ikuti, menjadi domba dan penganut serta peniru yang setia dari contoh kaum Nasrani dan Yahudi. Tidak heran, karena jaman sekarang merupakan masa <a href="http://tausyiah275.blogsome.com/go.php?u=http%3A%2F%2Ftausyiah275.blogsome.com%2F2006%2F06%2F30%2Fghazwul-fikri-perang-pemikiran%2F&amp;i=0&amp;c=30039f0f9e0c81268c66feff03feb96e03ebd2cd">perang pemikiran (ghazwul fikri)</a>.</p>
<p>Betapa banyak kaum muslimah yang telah menutup auratnya kemudian menanggalkan penutup auratnya, demi mengejar karir atau hal2 yang bersifat duniawi lainnya. Seorang lelaki minum minuman keras di sebuah pesta demi menghormati tuan rumah. Anak membantah dan melawan orang tuanya karena mencontoh tayangan televisi, yang memperlihatkan adegan seorang anak membangkang terhadap perintah orang tuanya. Masih banyak hal lain yang diciptakan Nasrani dan Yahudi demi membuat kita semakin jauh dari contoh yang Islami.</p>
<p>Tidaklah heran Rasululloh SAW pernah bersabda yang intinya bahwa kelak umat beliau akan meniru perbuatan-perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani. Beliau bahkan mengancam bahwa barang siapa umat beliau yang meniru perbuatan-perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani berarti umat beliau telah keluar dari naungan beliau dan menjadi bagian kaum Yahudi dan Nasrani.</p>
<p><em>“Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang2 sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai seandai mereka masuk ke lubang dhabb1 niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya. Kami tanyakan: “Wahai Rasulullah apakah mereka yg dimaksud itu adl Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata: “Siapa lagi kalau bukan mereka?””</em> (HR Bukhari)</p>
<p>Masya ALLOH…sedemikian keras ancaman Rasululloh SAW, demi umatnya tetap menjadi umat terbaik dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang diajarkan musuh-musuh Islam.</p>
<p>Mari kita tengok diri kita sekarang, apakah kita sudah mencontoh cara hidup Rasululloh SAW? Tentunya mencontoh bukan berarti mencontoh begitu saja mentah-mentah. Semuanya mesti didasarkan argumen dan logika juga. Sebagai contoh, kita di Indonesia (menurut saya) tidak perlu menggunakan gamis sebagai baju sehari-hari, karena lingkungan Indonesia tidaklah sama. Namun, untuk urusan <a href="http://tausyiah275.blogsome.com/go.php?u=http%3A%2F%2Fwww.google.co.id%2Fcustom%3Fhl%3Den%26client%3Dpub-0594465137221759%26cof%3DFORID%253A1%253BGL%253A1%253BLBGC%253A8E866F%253BBGC%253A%2523c6b396%253BT%253A%252344423a%253BLC%253A%2523000000%253BGALT%253A%2523333333%253BGFNT%253A%2523663333%253BGIMP%253A%2523663333%253BDIV%253A%252337352E%253B%26domains%3Dtausyiah275.blogsome.com%26ie%3DISO-8859-1%26oe%3DISO-8859-1%26q%3Djilbab%26btnG%3DSearch%26sitesearch%3Dtausyiah275.blogsome.com%26meta%3D&amp;i=0&amp;c=d3fd71585c065f90746acc423f3c8737d09aca3e">JILBAB</a>, INI JELAS2 HARUS DILAKSANAKAN KARENA SUDAH TERCANTUM DI AL QUR’AN, bukan sekedar budaya.</p>
<p>Saya mengingatkan diri saya pribadi dan mengajak rekan2 muslim semua utk mulai mencermati pola hidup kita, apakah sudah sesuai dengan contoh dari Rasululloh SAW. Silakan memberi komentar dan menuliskan contoh kehidupan yang Islami, lalu sedikit demi sedikit kita mulai praktikkan di kehidupan sehari-hari.</p>
<p>sumber: http://tausyiah275.blogsome.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatulhusna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatulhusna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatulhusna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatulhusna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatulhusna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatulhusna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatulhusna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatulhusna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatulhusna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatulhusna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatulhusna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatulhusna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatulhusna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatulhusna.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=29&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/03/06/meneladani-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/095b7e4d405e7ed98882432af0a7bbdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rahmatulhusna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ganjaran Ketaatan</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/02/26/ganjaran-ketaatan/</link>
		<comments>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/02/26/ganjaran-ketaatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 13:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmatulhusna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/02/26/ganjaran-ketaatan/</guid>
		<description><![CDATA[Ketemu lagi dengan Atikah ingatkan!!! Gimana ceritanya, menarik? Tentu dong. Sekarang Tikah punya kisah lebih menarik lagi. Eit jangan salah kisah ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW lho, kisah ini menyatakan kepada kita agar taat. Karena taat itu pasti dapat ganjaran dari Allah SWT asalkan ikhlas, yaaa kaann!!! Seperti kisah dibawah ini. Dari Humaid bin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=6&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketemu lagi dengan Atikah ingatkan!!! Gimana ceritanya, menarik? Tentu dong. Sekarang Tikah punya kisah lebih menarik lagi. Eit jangan salah kisah ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW lho, kisah ini menyatakan kepada kita agar taat. Karena taat itu pasti dapat ganjaran dari Allah SWT asalkan ikhlas, yaaa kaann!!! Seperti kisah dibawah ini.</p>
<p>Dari Humaid bin Hilal, dari seorang pria, dia mengatakan, &#8220;<em>Saya datang kepada Rasulullah saw, </em></p>
<p><em><span id="more-6"></span></em></p>
<p><em>kemudian beliau memperlihatkan kepada saya sebuah rumah, seraya berkata, &#8216;Ada seorang wanita yang dulu tinggal di sini, kemudian ikut berperang bersama kaum muslimin. Dia meninggalkan 12 ekor kambing dan sebuah alat tenun. Sepulangnya dari perang, dia kehilangan seekor kambing berikut alat tenunnya. Lalu dia berkata, &#8216;Ya Rabb, sesungguhnya Engaku telah menjamin bagi orang yang keluat di jalan-Mu, bahwa Engkau akan menjaga barang kepunyaannya, Sekarang aku telah kehilangan seekor kambing dan lat tenunku. Aku mohon Engkau mengembalikan barang keounyaanku itu.&#8217; Kemudian Rasulullah saw menceritakan bagaimana kuatnya permohonannya kepada Allah, dan ternyata di pagi harinya dia mendapatkan kembali kambingnya bersaama seeokr lain, juga alat tenunnya, tidak hanya satu tetapi menjadi dua.</em>&#8220;</p>
<p>Jadi , ikhwan semua mau kan merubah diri menjadi orang taat? tentu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatulhusna.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatulhusna.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatulhusna.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatulhusna.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatulhusna.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatulhusna.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatulhusna.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatulhusna.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatulhusna.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatulhusna.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatulhusna.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatulhusna.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatulhusna.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatulhusna.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=6&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/02/26/ganjaran-ketaatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/095b7e4d405e7ed98882432af0a7bbdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rahmatulhusna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH TSABIT BIN IBRAHIM</title>
		<link>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/02/26/kisah-tsabit-bin-ibrahim-2/</link>
		<comments>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/02/26/kisah-tsabit-bin-ibrahim-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 12:51:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmatulhusna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/02/26/kisah-tsabit-bin-ibrahim-2/</guid>
		<description><![CDATA[Saya punya kisah khusus lho bagi teman muslim /muslimah . inilah kisah Tsabit Bin Ibrahim!!! Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=4&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya punya kisah khusus lho bagi teman muslim /muslimah . inilah kisah Tsabit Bin Ibrahim!!!</p>
<p>Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan.</p>
<p><span id="more-4"></span>Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu. akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.</p>
<p>Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata, &#8220;Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya&#8221;. Orang itu menjawab, &#8220;Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya&#8221;.</p>
<p>Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, &#8220;Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.&#8221; Pengurus kebun itu memberitahukan, &#8220;Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan sehari semalam&#8221;.</p>
<p>Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu, &#8220;Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : &#8220;Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka&#8221;</p>
<p>Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata,&#8221; Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?&#8221;</p>
<p>Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, &#8220;Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.&#8221; Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, &#8220;Apa syarat itu tuan ?&#8221; Orang itu menjawab, &#8220;Engkau harus mengawini putriku !&#8221;<br />
Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, &#8220;Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?&#8221;</p>
<p>Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, &#8220;Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh!&#8221;</p>
<p>Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, &#8220;Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !&#8221;</p>
<p>Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, &#8220;Aku akan menerima pinangannya dan perkawinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul &#8216;alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta&#8217;ala&#8221;.</p>
<p>Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam ,&#8221;Assalamu&#8217;alaikum&#8230;&#8221;</p>
<p>Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi jadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu , dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya . Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya.</p>
<p>Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. &#8220;Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula&#8221;, Kata Tsabit dalam hatinya.</p>
<p>Tsabit berpikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan yang sebenarnya ?<br />
Setelah Tsabit duduk di samping istrinya , dia bertanya, &#8220;Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta . Mengapa ?&#8221; Wanita itu kemudian berkata, &#8220;Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah&#8221;.<br />
Tsabit bertanya lagi, &#8220;Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?&#8221;<br />
Wanita itu menjawab, &#8220;Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah.<br />
Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan ?&#8221; Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, &#8220;aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta&#8217;ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta&#8217;ala&#8221;.</p>
<p>Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang memelihara dirinya. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, &#8220;Ketika kulihat wajahnya&#8230; Subhanallah , dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap&#8221;.</p>
<p>Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu&#8217;man bin Tsabit.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatulhusna.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatulhusna.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatulhusna.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatulhusna.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatulhusna.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatulhusna.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatulhusna.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatulhusna.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatulhusna.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatulhusna.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatulhusna.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatulhusna.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatulhusna.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatulhusna.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatulhusna.wordpress.com&amp;blog=11548395&amp;post=4&amp;subd=rahmatulhusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatulhusna.wordpress.com/2010/02/26/kisah-tsabit-bin-ibrahim-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/095b7e4d405e7ed98882432af0a7bbdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rahmatulhusna</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
